Masjid on Map


View Jl.Pandeyan No.14 UH Yogyakarta in a larger map

Berita Islam

0 Anak kecil itu guru kehidupanku

Ini kisah saya salin dari group sebelah. Nyata atau fiksi, wallahu alam bi sawab. Namun, perlu disimak buat ibadah kita di hari Jum'at penuh barakah ini. "ANAK KECIL ITU GURU KEHIDUPANKU / Antara NENEK CUCU dan IBU"
Tak tahan air mataku menetes ...
Sesudah Jum'atan aku masih duduk di teras masjid di salah satu kompleks sekolah.
Jamaah masjid sudah sepi, masing-masing kembali dengan kesibukannya.
Seorang nenek menawarkan dagangannya, kue tradisional. Satu plastik harganya lima ribu rupiah.
Aku sebetulnya tidak berminat, tetapi karena kasihan aku beli satu plastik.
Si nenek penjual kue terlihat letih dan duduk di teras mesjid tak jauh dariku. Kulihat masih banyak dagangannya.
Tak lama, seorang anak lelaki dari komplek sekolah itu mendatangi si nenek. Aku perkirakan bocah itu baru murid kelas satu atau dua.
Dialognya dengan si nenek jelas terdengar dari tempat aku duduk. "Berapa harga kuenya Nek ?"
"Satu plastik Lima ribu, nak", jawab si nenek.
Anak kecil itu mengeluarkan uang lima puluh ribuan dari kantongnya dan berkata : "Saya beli 10 plastik, ini uangnya, tapi kuenya buat Nenek aja, kan bisa dijual lagi."
Si nenek jelas sekali terlihat berbinar2 matanya : "Ya Allah terimakasih. Alhamdulillah ya Allah Engkau kabulkan doaku untuk beli obat buat cucu yang lagi sakit." Dan si nenek langsung jalan.

Refleks aku panggil anak lelaki itu.
"Siapa namamu ? Kelas berapa ?"
"Nama saya Radit, kelas 2, Pak", jawabnya sopan.
"Uang jajan kamu sehari lima puluh ribu ?'"
"Oh .. tidak Pak, saya dikasih uang jajan sama Ayah sepuluh ribu sehari. Tapi, saya tidak pernah jajan, karena saya bawa bekal makanan dari rumah."
"Jadi yang kamu kasih ke nenek tadi tabungan uang jajan kamu sejak hari Senin ?", tanyaku semakin tertarik.
"Betul Pak, jadi setiap Jum'at saya bisa sedekah lima puluh ribu rupiah. Dan sesudah itu saya selalu berdoa agar Allah Ta'ala berikan pahalanya untuk ibu saya yang sudah meninggal. Saya pernah mendengar ceramah ada seorang ibu yang Allah Ta'ala ampuni dan selamatkan dari api neraka karena anaknya bersedekah sepotong roti, Pak", tutur anak SD itu dengan fasihnya.
Aku pegang bahu anak itu : "Sejak kapan ibumu meninggal, Radit ?"
"Ketika saya masih TK, Pak"
Tak terasa air mataku menetes : "Hatimu jauh lebih mulia dari aku Radit, ini aku ganti uang kamu yang tadi ya...", kataku sambil menyerahkan selembar uang lima puluh ribuan ke tangannya.
Tapi dengan sopan Radit menolaknya dan berkata : "Terima kasih banyak, Pak... Tapi untuk keperluan Bapak saja, saya masih anak kecil tidak punya tanggungan...  Bapak punya keluarga.... Saya pamit balik ke kelas Pak".
Radit menyalami tanganku dan menciumnya.
"Allah Subahana Wa Ta'ala menjagamu, nak ..", jawabku lirih.
Aku pun beranjak pergi, tidak jauh dari situ kulihat si nenek penjual kue ada di sebuah apotik. Bergegas aku kesana, kulihat si nenek akan membayar obat yang dibelinya. Aku bertanya kepada kasir berapa harga obatnya.
Kasir menjawab : "Empat puluh lima ribu rupiah.."
Aku serahkan uang yang ditolak Radit tadi ke kasir : "Ini saya yang bayar... Kembaliannya berikan kepada si nenek ini.."
"Ya Allah.. Pak..."
Belum sempat si nenek berterima kasih, aku sudah meninggalkan apotik... Aku bergegas menuju Pandeglang menyusul teman-teman yang sedang keliling dakwah disana.
Dalam hati aku berdoa semoga Allah SWT terima sedekahku dan mengampuni kedua orang tuaku serta putri tercintaku yang sudah mendahuluiku kembali keharibaan Allah Subahana Wa Ta'ala. (kisah ini sedikit diedit beberapa kata / kalimatnya, Jum'at 10 Muharram 1437 H 23 Oktober 2015)

Read more

0 Hikmah: kehilangan Sandal

KEHILANGAN SANDAL Oleh Ustadz Yusuf Mansur

Sama. Saya juga sering kehilangan. Kemaren santri tertawa kecil, bersama kawan-kawannya…

“Subhaanallaah… Sendal udah digembok, masih hilang juga…” kata santri tersebut. Sambil nunjukin kuncinya tuh gembok.

Kawan-kawannya ikut tertawa. Saya mendengar dari belakang… Saya berdehem… “Ehhhmmm… Apa hikmahnya…?”

Santri tersebut bilang, “Saya jadi bisa nyebut subhaanallaah. Dengan pas. Ada maknanya. Sebab lagi ilang sendal, he he he”. Saya ikutan tertawa kecil.

“Terus…”.

“Latihan sabar, Ustadz. Susah latihan sabar kalo ga ada kasus…”.

“Betul,” saya bilang.

“Apalagi?”

“Hikmah, Ustadz!”, kata yg satu.

“Apa hikmahnya?”

“Biar kata udah digembok, ilang ya ilang aja. Datang dan ilang, bukan kehendak kita.”

“Good.” “Terus?”

Belajar ikhlas, belajar ridho…”.

Yang lain nimpalin lagi, “Murah ya Stadz, belajar sabar, ridho, ikhlas, hikmah… Biayanya cuma sendal ilang… Sepatu ilang…”

Saya terus mengajak anak-anak menggali apa hikmahnya.

“Ga ada yang hilang kecuali apa yang sudah ditetapkan Allah.”

“Pasti tukerannya ada…” Sambung dari santri yg lain.

Saya tanya yang terakhir: “Tukeran apa?”

“Tukeran dosa!”, berderai tawa.

Ya, murah sekali. Dosa dituker sama ilangnya sendal.

“Apa lagi…” Saya masih bertanya, sebab terasa masih ada belum disebut.

“Belajar syukur, Ustadz…”

Nah… Betul… Apa itu syukurnya…?

Yang hilang, baru sendal… Belom panca indera kita. Belom iman kita. Belom akhlak kita..”.

Subhaanallaah santri-santriku…

“Terus…?” Tanya saya lagi.

“Doa Ustadz… Saat hilang, kita jangan ngadu sama manusia. Hanya nambah kesel aja. Sebab yang kita adukan itu, pasti akan bilang, saya juga ilang. Udah dipisahin kanan kiri, ilang juga… Lalu bertambah-tambahlah dosa kita semua. Sebab kayak ga ridho sama ilangnya sendal…”.

Saya terkesiap.

Koq jawabannya kayak saya semua. Asli. Saya terharu. Diem-diem saya nyiapin sesuatu…

“Silahkan berdoa sekarang…”.

Lalu saya mendengar santri tersebut berdoa, diaminkan oleh kawan-kawannya yg lain, “Ya Allah, gantilah sendal yang ilang, dengan yang lain: ampunan, rahmat dan sendal yang baru..”

Saya mengaminkan… Setelah ananda santri mengusap wajahnya, tanda selesai berdoa…

“Ok, Allah langsung kabulkan. Selain semua pelajaran dan hikmah, berikut ini sendal ayah. Buat kamu…”.

Santri tersebut tersenyum lebar.

Ga percaya. Sendal Yusuf Mansur yang dicopot dan diberikan kepadanya. Dan Yusuf Mansur nyeker. Sebab lepas sandal. Santri itu bahagia. Saya lebih bahagia lagi. Apalah yang kita punya? Dan apa pula yang bisa kita awasi.

Sama-sama kita belajar

Kalo belom digembok, wajar ilang. Ini udah digembok, he he. Lah ilang sama gembok-gemboknya, he he. Seketat apapun, Allah punya kuasa mengambil. Dia gerakkan siapa yang Dia kehendaki untuk mengambilnya. Dan Dia gerakkan pula sekelilingnya untuk tidak melihat siapa yang mengambilnya. Makin dalam rasa hilang itu, makin hebat pelajaran sabar, ridho, ilkhlas, syukur, yg bisa diperolehnya. Makin berat, berat pula semua timbangan kebaikannya. Dan makin hebat pula pergantiannya.

Pak Sugih, yang melihat sendal saya dicopot, dan diberikan ke santri, lalu melepas sendalnya.

“Ustadz, pakai punya saya…”.

Alhamdulillah, belakangan saya tau sendal Pak Sugih, kepala cabang sebuah bank swasta di Kwitang, 1jt-an. Sedang sendal saya, 175 rb, he he… Subhaanallaah.

Malamnya, santri itu membungkus plastik sendal yg saya beri.

“Ustadz, ini saya kembalikan. Saya ga berani makenya.” Saya usap santri tersebut kepalanya, saya senyum kepada dia,

“Sungguh, yang ayah dapat, jauh lebih besar dari apa yang ayah kasihkan ke kamu…”.

Saya berbisik kepada Allah saat itu, ajarkan kami ya Allah, dengan apa saja kejadian di sekitar kami dan yang menimpa kami.

Semoga Bermanpaat..

Read more

0 Ya Allah, Hujankan Bumi Kami

YA ALLAH..
kami mohon Engkau turunkan hujanMu..Amin YRA.
====
Al-'A`rāf:57
- Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
=
Sukseskan GSM
Gerakan Salat_Subuh di_Masjid

Read more

0 Doa untuk sodara kami

JUMAT, 9/10/15
Doa kami di sore Jumat ini:

Ya Allah ...
Jika hari ini ada diantara kami ...
Yang sedang sakit ...
Mohon angkatlah penyakitnya ya Allah ...
Berikanlah kesembuhan untuknya ...
Karena hanya Engkau lah yang Maha Menyembuhkan ..

Ya Allah ...
Jika hari ini ada diantara kami ...
Yang kesulitan rizki
Mohon mudahkanlah dan bukalah jalan rizki nya ya Allah ...
Karena hanya Engkau Sang Maha Pemberi Rezeki ...

Ya Allah ...
Jika hari ini ada diantara kami
Yang hatinya sedang susah dan bersedih, menerima dan menghadapi ujian-Mu ...
Mohon Kuatkanlah ia tuk bisa bertahan dan bersabar ...
Dan hiburlah ia dengan penuh karunia-Mu ...
Karena janji-Mu yang tak pernah Kau ingkari ...
Setelah kesusahan ada kemudahan ...

Ya Allah ...
Jika hari ini ada diantara kami
yang sedang ada benih-benih sakit hati di hatinya ...
Sombong, iri hati, dengki dan dusta ...
Mohon bersihkan dan sucikanlah ya Allah ...

Ya Allah ...
Mohon ampunilah segala dosa dan khilaf kami ...
Pun jika sampai hari ini ada diantara kami, yg merasa tersakiti dan terdzolimi karena kesalahan kami yang disengaja atau pun yang tidak disengaja ...
Bukakanlah pintu hatinya ...
Agar bisa memaafkan kami ...
Aamiin Allahumma Aamiin ...

Read more

0 QS Ar Rahman 19-21, Terbukti !"!

Just share,
Alhamdulillah setelah sekian lama menunggu video yg bagus tentang masalah dua lautan yg tak pernah menyatu akhirnya saya mendapatkan kiriman video yg bagus tentang kebenaran firman Allah Swt dlm surat Ar-Rahman ayat 19, 20, dan 21...
▶Video ini membuktikan kebenaran Surat Ar-Rahman ayat 19-21 yg berbunyi:
“Dia membiarkan dua laut mengalir yg (kemudian) keduanya bertemu. Di antara keduanya ada batas yg tdk dilampaui oleh masing-masing.
Maka nikmat Tuhanmu yg manakah yg kamu dustakan?" dan
Q.S. Al-Furqan: 53 yg berbunyi: "Dan Dialah yg membiarkan dua laut  mengalir (berdampingan); yg ini tawar lagi segar dan yg lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yg tidak tembus."
Inilah video tersebut, yg memperlihatkan aliran dua lautan yg tdk pernah bercampur, seolah-olah ada sekat atau dinding yg memisahkannya.
Masya Allah, Maha Besar Allah Yang Maha Agung. Ternyata air laut yg tdk bercampur itu benar-benar ada. Dua lautan yg tdk bercampur itu terletak di Selat Gibraltar, selat yg memisahkan benua Afrika dan Eropa, tepatnya antara negara Moroko dan Spanyol.
Semoga bermanfaat untuk bahan tadabbur Qur'an.

Read more

0 Puasa Assyura & Muharrom

�� Puasa 'Asyura dan Bulan Muharram

�� Sejarah ‘Asyura
Dari Ibnu Abbas Radiyallahu ‘Anhuma telah berkata: “Setelah Nabi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura, beliau bekata: “apakah ini?”, mereka menjawab: “Ini adalah hari yang baik dimana Allah menyelamatkan bani Israil dari musuh-musuhnya hingga Musa berpuasa pada hari itu”, selanjut-nya beliau berkata: “Saya lebih berhak atas Musa dari kalian”, maka beliau berpuasa dan memerin-tahkan shahabatnya untuk berpuasa pada hari itu (HR. Bukhari).

�� Keutamaan Puasa ‘Asyura
Dari Ibnu Abbas Radiyallahu ‘Anhuma telah berkata:
“Saya tidak melihat Nabi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memperhatikan satu hari untuk berpuasa yang beliau utamakan dari selainnya, kecuali pada hari ini yakni hari ‘Asyura dan bulan ini yakni bulan Ramadhan” (HR. Bukhari).

Rasulullah bersabda: "Puasa ‘Asyura aku memohon kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu. (HR.Muslim: 1162)

Hal ini sangat jelas merupakan keutama-an Allah bagi kita yang menghapus dosa setahun hanya dengan berpuasa sehari saja, sesungguhnya Allahlah Pemilik keutamaan yang agung.

�� Apakah Hari ‘Asyura Itu?
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, bahwasanya ia telah berkata: “Rasulullah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan berpuasa pada hari ‘Asyura, yaitu hari kesepuluh (dari bulan Muharram)”.(HR. Tirmidzi).

�� Disunnahkan Berpuasa Tasu’a Sebelum ‘Asyura
Dari Abdullah bin Abbas Radiyallahu ‘Anhuma telah berkata: “Ketika Rasulullah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa, mereka berkata: “Wahai Rasulullah sesungguhnya ‘Asyura adalah hari yang diagung-kan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, maka Rasulullah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Pada tahun mendatang Insya Allah kita juga akan berpuasa pada hari kesembilan” dia (Ibnu Abbas) berkata: “akan tetapi beliau Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah wafat sebelum tahun depan” (HR. Muslim).

Imam Syafi’i, Ahmad, Ishak dan lainnya berkata : Disunnahkannya berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh, karena Nabi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berpuasa pada hari kesepuluh dan berniat berpuasa pada hari kesembilan.

Maka dari itu puasa ‘Asyura bertingkat-tingkat : (pertama): hanya berpuasa pada hari kesepuluhnya saja, (kedua): berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh dan (ketiga) dengan memperbanyak puasa pada bulan tersebut.

�� Hikmah Disunnahkannya Puasa Tasu’a
Imam Nawawi Rahimahullah berkata: “Sebagi-an ‘ulama dari shahabat kami dan lainnya menyebutkan beberapa pendapat tentang hikmah disunnahkannya puasa Tasu’a, dian-taranya adalah Untuk menyelisihi Yahudi yang hanya berpuasa pada hari kesepuluh”.

�� Dosa Apakah Yang Dihapus Pada Puasa ‘Asyura
Imam Nawawi Rahimahullah berkata: “Yang dihapus adalah semua dosa kecil dan tidak termasuk dosa besar”, (Lihat Al Majmu’ Syarhul Muhadzdzab juz 6 tentang puasa hari Arafah).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata: “Bersuci, sholat, puasa Ramadhan, puasa hari Arafah dan ‘Asyura hanya dapat menghapus dosa-dosa kecil” (Lihat Al Fatawa Al Kubra juz 5).

⏰ Kapan Puasa Tasu’ah dan ‘Asyura?
Pada tahun ini insya Allah Puasa Tasu’ah pada hari Kamis, 22 Oktober 2015 (09 Muharram 1437 H) dan Puasa ‘Asyuro pada hari Jum’at 23 Oktober 2015 ( 10 Muharram 1437 H).

---------------------------------
�� "Indahnya Berbagi" bersama Sedekah Lazis Wahdah
Sedekah Anda untuk Dakwah-Tahfizh-Yatim-Dhuafa
Jl. Antang Raya Makassar
0411496497/085315900900

Info Kegiatan & Program LAZIS Wahdah kunjungi
�� www.laziswahdah.com
��FB : Lazis Wahdah
�� instagram.com/laziswahdah/

✉ Silahkan disebar agar jadi ilmu bagi orang lain

Read more

Delete this element to display blogger navbar

 
Powered by Blogger