Masjid on Map


View Jl.Pandeyan No.14 UH Yogyakarta in a larger map

Berita Islam

0 Riya dalam Amalan Ibadah

YANG TELAH BANYAK DITINGGALKAN

Banyak ditemui di zaman ini..

Orang yang memamerkan ibadah-ibadahnya..

Penuntut ilmu yang membanggakan banyaknya kitab yang sudah dikaji..

Pengajar yang membanggakan banyaknya mad'u..

Orang kaya bersedekah dengan liputan media..

Sampai ibu rumah tangga yang setiap hari memajang foto masakan untuk memamerkan kepiawaiannya memasak.

Itulah fenomena saat ini, didukung dengan perkembangan media terutama internet dan media sosial yang membuat banyak orang senang mempublikasikan setiap kegiatannya, kehebatannya, ibadahnya, kedermawanannya, sampai hal sekecil-kecilnya, untuk mencari ketenaran, komentar berupa dukungan, pujian, atau bahkan sekedar acungan jempol.

Yang lebih mengherankan, sebagian orang bahkan mempublikasikan amalan yang sebenarnya jarang atau tidak ia lakukan! Na'udzubillah.

Bila kita membuka lembaran-lembaran sejarah Para Salaf, akan kita dapati kisah-kisah keikhlasan dan semangat menyembunyikan amalan mereka dari pandangan orang, yang akan membuat kita malu.

Amalan mereka besar tapi mereka menyembunyikannya sedangkan amalan kita begitu kecil, tetapi kita memamerkannya.

Amalan mereka begitu rapat tersimpan, tidak ada yang mengetahui kecuali Allah, diri mereka, terkadang sebagian orang terdekat mereka, bahkan beberapa di antaranya tidak diketahui siapa pun dan baru terungkap setelah mereka wafat.

Sungguh sesuatu yang langka dan telah banyak ditinggalkan di zaman ini.

■ Telah banyak ditinggalkan di zaman ini, menyembunyikan ibadah.

◆ Seperti 'Abdurrahman Bin Abi Laila yang apabila ia sholat sunnah di rumahnya, kemudian merasa ada seseorang yang melihatnya maka ia membatalkan sholatnya dan segera berbaring di atas ranjangnya seakan-akan sedang tidur.

Sampai orang yang melihatnya menyangka ia adalah orang yang banyak tidur. Tidak ada yang mengetahui bahwa sesungguhnya ia banyak mendirikan sholat sunnah.

◆ Atau, seperti Ibrahim An Nahkho'i yang menghabiskan waktunya untuk  membaca Al Qur'an, maka apabila ada seorang laki-laki masuk ke rumahnya ia segera menutupi mushaf dan berkata: "Supaya ia tidak melihatku membaca mushaf setiap saat."

◆ Atau seperti Daud Bin Abi Hind disebutkan bahwa ia telah berpuasa selama 40 tahun tanpa ada seorang pun dari keluarganya yang mengetahuinya, karena bila pagi hari ia berangkat bekerja, ia membawa bekal dari rumahnya.

Maka keluarganya menyangka ia tidak berpuasa, ketika di jalan ia menyedekahkan bekalnya, dan ketika pulang di penghujung hari, ia ikut makan malam bersama keluarganya.

◆ Atau kisah Ayyub As Sakhiitani rahimahullah yang mendirikan sholat sepanjang malam dan menyembunyikannya, sehingga apabila bangun di pagi hari, ia mengeraskan suaranya seakan-akan baru saja bangun tidur.

■ Telah banyak ditinggalkan di zaman ini, menyembunyikan kekhusyu'an dan kezuhudan.

◆ Seperti Abul Hasan Muhammad bin Aslam At Thowusi yang sering menangis ketika membaca Al Qur'an, maka setiap hendak keluar rumah ia selalu mencuci wajahnya untuk menghilangkan bekas menangis.

◆ Atau seperti Ibrahim Bin Adham, sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Mubarok: "Orang yang suka menyembunyikan amal, aku tidak pernah melihatnya mengeraskan tasbih, atau memperlihatkan amal sholih.

Dan tidaklah ia makan bersama dengan orang-orang kecuali ia yang terakhir mengangkat tangannya dari makanan, untuk menampakkan ia bukan termasuk orang yang zuhud.

◆ Atau sebagian salaf yang ketika tersentuh dengan makna ayat Al Qur'an atau hadist dan menangis ia akan berkata: "Aku sedang sakit flu yang parah".

■ Telah banyak ditinggalkan di zaman ini, menyembunyikan sedekah.

◆ Seperti Ali Bin Al Husein Zainal Abidin memanggul makanan dan kebutuhan orang-orang miskin Madinah setiap malam di atas punggungnya dan meletakkannya di depan pintu rumah mereka selama beberapa tahun, tanpa ada seorang pun yang mengetahui.

Ketika ia meninggal barulah orang-orang mengetahui hal itu, karena terputuslah sedekah dan terdapat bekas kehitaman pada punggungnya.

■ Telah banyak ditinggalkan di zaman ini, menuliskan ilmu tanpa berharap dikenal manusia.

◆ Seperti Imam Al Mawardi, p
engarang kitab-kitab tafsir, fiqh dan lainnya. Selama hidupnya beliau tidak pernah menunjukkan kitab karangannya pada siapa pun.

Sampai ketika beliau merasa ajal sudah dekat, beliau memanggil orang kepercayaannya dan berkata:

"Sesungguhnya kitab-kitab di rumah fulan adalah tulisanku, maka apabila telah tiba sakratul maut, genggamlah tanganku, apabila tangan ini menggenggam tanganmu, berarti amalku itu tidak diterima sedikit pun, maka buanglah seluruh kitabku ke sungai pada malam hari, tetapi apabila tangan ini terbuka, berarti amalanku diterima."

Maka ketika ia wafat ternyata tangannya terbuka, dan tersebarlah kitab-kitab beliau sejak saat itu.

◆ Atau Imam Syafi'i yang berkata "saya ingin orang-orang mengambil ilmuku, tanpa menisbatkannya kepadaku".

Itulah sekelumit gambaran Salaf dalam menyembunyikan amal mereka untuk menjaga niat, karena mereka adalah orang-orang yang paling sadar bahwa tidaklah berharga suatu amal tanpa niat yang ikhlas, sehingga mereka sangat berhati-hati dari segala hal yang dapat merusaknya, salah satunya adalah pujian dan pandangan manusia.

Pujian dan ketenaran adalah sesuatu yang mereka jauhi dan benci, bahkan dianggap sebagi musibah.

● Berkata Ibrahim Bin Adham: "Tidaklah jujur kepada Allah, hamba yang menyukai ketenaran".

● Sedangkan Basyar Bin Al Harits berkata : "Tidak akan merasakan kenikmatan akhirat seorang yang suka dikenal oleh manusia".

Tak heran, apabila Allah lah yang membalas keikhlasan mereka dengan pahala yang sempurna, dengan kecintaanNya, membanggakan mereka dan memberikan kenangan yang baik di antara manusia sesudahnya sampai zaman selanjutnya.

✒ Ummu Shālih,
Di Kota Al-Madīnah An-Nabawiyyah
________________________
�� Daftar broadcast Status Nasehat:
BBM: 5816C69F
Whatsapp: 085743549664
[cara daftar, ketik: Nama Lengkap-Kota-SN]
Line: http://line.me/ti/p/%40ncm5434c
Telegram: https://telegram.me/statusnasehat
----------------------------------------
♻ Silahkan disebarluaskan

Read more

0 Ayo jadwal ulang sholat kita

Cerita seorg sahabat di yogja....AYO JADWAL ULANG SHALAT KITA ...!

Pada suatu hari di awal-awal saat memulai bisnis dulu, saya ketemu masalah seperti ini: saya janjian dengan 3 orang di Jakarta. Saat itu posisi saya di Jogja tanpa banyak kenalan di Jakarta dan cekak banget dananya. Begini jadwalnya: Pak A janji ketemu hari Senin siang, Pak B hari Rabu pagi dan Bu C di hari Jumat sore. Jika saya mau gampang, saya harus berangkat naik kereta Minggu malam dan menginap di Jakarta 5 hari dan pulang Jumat malam. Sayanya yang bingung: nginep dimana, biaya makannya gimana? Duh ribet, padahal janjiannya udah di-arranged lama dan posisi orang yang mau saya temui itu boss semua untuk penawaran kerjaan promosi. Saya harus mengikuti jadwal mereka, saya tak kuasa menentukan jadwal karena saya yang butuh.

Pusinglah saya memikirkan jadwal yang mustahil itu. Sampai seminggu menjelang harinya, saya ketemu seorang teman, yang ilmu agamanya lumayan. Karena belum menemukan solusi, saya pun curhat padanya. Teman saya mengangguk-angguk lalu bertanya,"Jadwal shalatmu gimana?"

"Jadwal shalat? Apa hubungannya?" saya keheranan.

"Shalat subuh jam berapa?" tanpa menjawab pertanyaan saya, dia meneruskan pertanyaannya.

" Errgh... jam setengah enam, jam enam. Sebangunnya lah.. Kenapa," jawab saya.

" Shalat dzuhur jam berapa?"

"Dzuhur? Jadwal shalat dzuhur ya jam 12 lah..." jawab saya.

"Bukan, jadwal shalat dzuhurmu jam berapa?" ia terus mendesak.

" Oooh, jam dua kadang setengah tiga biar langsung Ashar. Eh, tapi apa hubungannya dengan masalahku tadi?" saya makin heran.

Temen saya tersenyum dan berkata,"Pantas jadwal hidupmu berantakan."

"Lhooo.. kok? Apa hubungannya?" saya tambah bingung.

"Kamu bener mau beresin masalahmu minggu depan ke Jakarta?" tanyanya lagi.

"Lha iya, makanya saya tadi cerita...," saya menyahut.

"Beresin dulu jadwal shalat wajibmu. Jangan terlambat shalat, jangan ditunda-tunda, klo bisa jamaah," jawabnya.

"Koq.. hubungannya apa?" saya makin penasaran.

"Kerjain aja dulu kalo mau. Enggak juga gak papa, yang punya masalah kan bukan aku...," jawabnya.

Saya pun pamit, jawabannya tak memuaskan hati saya. Joko sembung naik ojek, pikir saya. Gak nyambung, Jek. Saya pun mencari cara lain sambil mengumpulkan uang saku buat berangkat yang emang mepet. Tapi sehari itu rasanya buntu, buntu banget. Sampai saya berfikir, ok deh saya coba sarannya. Toh gak ada risiko apa-apa. Tapi ternyata beratnya minta ampun, shalat tepat waktu berat jika kita terbiasa malas-malasan, mengakhirkan pelaksanaannya. Tapi udahlah, tinggal enam hari ini.

Dua hari berjalan, tak terjadi apa-apa. Makin yakin saya bahwa saran teman saya itu tidak berguna. Tapi pada hari ketiga, hp berdering. Dari asisten Pak A, "Mas, mohon maaf sebelumnya. Pak A belum bisa ketemu hari Senin besok. Ada rapat mendadak dengan direksi. Saya belum tahu kapan bisa ketemunya, nanti saya kabari lagi."

Di ujung telepon saya ternganga, bukannya jadwal saya makin teratur ini malah ada kemungkinan di-cancel. Makin jauh logika saya menemukan solusinya, tapi apa daya. Karena bingung, saya pun terus melanjutkan shalat saya sesuai jadwalnya.

Di hari berikutnya, hp saya berdering kembali. Dari sekretaris Pak B, "Mas, semoga belum beli tiket ya? Pak B ternyata ada jadwal general check up Rabu depan jadinya gak bisa ketemu. Tadi Bapak nanya bisa nggak ketemu Jumat aja, jamnya ngikut Mas."

Yang ini saya bener-bener terkejut. Jumat? Kan bareng harinya ama Bu C? Saya pun menyahut, "O iya, tidak apa-apa Pak. Jumat pagi gitu, jam 9 bisa ya?"

Dari seberang sana dia menjawab, "OK Mas, nanti saya sampaikan."

Suipp, batin saya berteriak senang. Belum hilang rasa kaget saya, hp saya berbunyi lagi. Sebuah sms masuk, bunyinya: Mas, Pak A minta ketemuannya hari Jumat setelah Jumatan. Jam 13.30. Diusahakan ya Mas, tidak lama kok. 1 jam cukup.

Saya makin heran! Tanpa campur tangan saya sama sekali, itu jadwal menyusun dirinya sendiri. Jadilah saya berangkat Kamis malam, ketemu 3 orang di hari Jumat dan Jumat malem bisa balik ke Jogja tanpa menginap!

Saya sujud sesujud-sujudnya. Keajaiban model begini takkan bisa didapatkan dari Seven Habits-nya Stephen Covey, tidak juga dari Eight Habbits. Hanya Allah yang kuasa mengatur segala sesuatu dari arsy-Nya sana.

Sampai saya meyakini satu hal yang sampai sekarang saya usahakan terus jalani: Dahulukan jadwal waktumu untuk Allah maka Allah akan mengatur jadwal hidupmu sebaik-baiknya.

Jika dalam hidup ini kita mengutamakan Allah, maka Allah akan menjaga betul hidup kita. Allah itu mengikuti perlakuan kita kepadanya, makin disiplin kita menyambut-Nya, makin bereslah jadual hidup kita.

Jadi, kunci sukses bisnis ke-3 yang saya bisa share ke teman-teman: Shalatlah tepat waktu, usahakan jamaah. Jika mau lebih top, tambahin shalat sunnahnya: qabliyah, ba'diyah, tahajjud, dhuha, semampunya.
Silakan dipraktekkan, Insya Allah jadwal kehidupan kita (baik bisnis, keluarga maupun personal) akan nyaman dijalani.

Read more

0 Renungan kematian

Renungan kematian....
lnilah di antara tulisan terbaik Syekh Ali Thanthawi Mesir Rahimahullah:
⏰ Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.
Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.
��Akan ada banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaan nya demi ikut menguburkanmu.
Barang barangmu akan dikemas; kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan sarung,pakaianmu.
Jika keluargamu setuju barang2 itu akan disedekahkan agar bermanfaat untukmu. Atau dibuang agar engkau segera hilang dari kenangan....
�� Yakinlah; dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dg kepergianmu.
Ekonomi akan tetap berlangsung! Aktivitas tetap berjalan, anak2 dengan cepat kembali tertawa, engkau telah tenggelam dalm episode kenangan...
Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain. Hartamu menjadi harta halal bagi ahli waris. Kendaraanmu berpindah tangan, rumahmu diisi orang baru.. Sedangkan kamu yg akan dihisab dan diperhitungkan dari hartamu!
Kesedihan atasmu ada 3;
Orang yg mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan ya......
Kawan2mu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa tawa!
Di rumah ada kesedihan yg mendalam!
Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun??
Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan!
Demikianlah "Kisahmu telah berakhir di tengah2 manusia".
Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat!!
��Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak.
Telah engkau tinggalkan rumah, istana dan istri tercinta. Kini hidup yg sesungguhnya telah dimulai.
Pertanyaannya adalah:
Apa persiapanmu untuk kuburmu dan Akhiratmu??
Hakikat ini memerlukan perenungan.
Usahakan dgn sungguh2;
Menjalankan kewajiban kewajiban, hal-hal yg disunnahkan, sedekah rahasia, merahasiakan amal shalih, shalat malam,
Semoga saja engkau selamat.
Andai engkau mengingatkan manusia dgn tulisan ini insyaAllah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari Kiamat.
Sampaikanlah renungan ini pada orang2 yg engkau kasihi.

Read more

0 Rejeki Tak Disangka2

Ilustrasi
Kebingungan petugas sensus
Pemerintah ingin mengetahui data ekonomi penduduk di indonesia,maka pemerintah mengadakan sensus ekonomi. Pemerintah menerjunkan petugas-petugas ke setiap keluarga. Suatu hari,ada petugas sensus yg datang ke rumah pak Abu,setelah salam dan izin masuk,terjadi dialog antara petugas sensus(PS) dg pak Abu(PA)
PS: nama lengkap banyak siapa?
PA: Abu Abdillah
PS: nama istri?
PA: Sholihah
PS : jumlah anak?
PA : 7 anak, 4 putra 3 putri
PS: penghasilan perbulan rata-rata?
PA : Rp 2 000 000
PS : anak yg sekolah?
PA ; 3 anak sekolah di pondok, 3 anak di SD dan satu blm sekolah
PS: biaya sekolah anak perbulan rata2?
PA : 3 anak di pondok Rp 1 500 000, 3 anak di SD Rp 300 000
PS : bapak punya kendaraan? Hp? Atau yg lain?
PA : 2 motor, satu mobil tua, 3 HP, satu mesin cuci, satu televisi, dan satu kulkas
PS: biaya operasional peralatan per bulan kira2 berapa?
PA : kira-kira Rp 2 000 000
PS : bapak punya usaha sampingan dan ada pendapatan lain-lain?
PA: tidak punya usaha sampingan,hanya sebagai guru swasta di pondok
PS : lho apa tidak kurang penghasilannya? Tidak punya hutang?
PA: alhamdulillah tidak pernah kurang,tidak punnya hutang,bahkan tiap bulan saya menàbung untuk kurban Rp 200 000 dan tabungan untuk haji Rp 500 000.
PS: lha klau penghasilan Rp 2 000 000, pengeluaran lebih dari Rp 4 000 000,dari mana kekuranganya?
PA : saya selalu mengucapkan "alhamdulillah" setiap menerima gaji dan dg ucapan syukur tersebut, Allah berikan tambahan rizki dari arah yg tdk di sangka-sangka. Kadang ada orang yg mengirim beras,lauk-pauk atau kebutuhan yg lain. Hp saya tdk pernah kekurangan pulsa,meskipun sy tdk pernah beli pulsa. Motor dan mobil saya bbm nya tidak pernah kosong
PS : lha klau gitu,saya hrs nulis gimana pak? Klau saya tulis sesuai data,akan terjadi kerancauan
PA : ya terserah bapak mau nulis gimana,yg penting saya sudah menjawab pertanyaan dg baik dan benar
PS : wah bingung saya, mumet

Read more

0 Falsafah 5 Jari

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ​.  FALSAFAH LIMA JARI
✋✋✋✋✋✋✋✋
��Ada si gendut Jempol yang selalu berkata Baik dan menyanjung... 
��Ada Telunjuk yang suka Menunjuk dan Memerintah..
��Ada si jangkung Jari Tengah yang Sombong karena paling panjang...
��Ada Jari Manis yang selalu menjadi teladan., Baik dan Sabar sehingga diberi hadiah Cincin...
��Dan ada Kelingking yang Lemah lagi Penurut...
✋Dengan perbedaan Positif dan Negatif yang dimiliki masing2 jari, ...mereka Bersatu untuk mencapai Satu Tujuan (saling melengkapi).
✋Pernahkah kita bayangkan bila Tangan kita hanya terdiri dari Jempol semua..???
Falsafah ini sederhana namun sangat berarti..!
�� Kita terlahir dengan segala Perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk Bersatu :
��saling menyayangi...
��saling menolong...
��saling membantu...
��saling mengisi...
��saling menghargai...
Bukan untuk :
�� saling menuduh...
�� saling menyalahkan...
�� saling merusak...
�� Semua Perbedaan dari kita adalah Keindahan yang terjadi agar kita Rendah Hati untuk menghargai orang lain... Tidak ada satupun Pekerjaan yang dapat kita kerjakan sendiri.
�� Mungkin Kelebihan kita adalah Kekurangan orang lain... Sebaliknya Kelebihan orang lain bisa jadi Kekurangan kita..!
�� Tidak ada yang lebih Bodoh atau lebih Pintar...
Bodoh atau Pintar itu relatif sesuai dengan bidang/talenta yang kita syukuri masing masing menuju Impian kita...
�� Bukan individualis yang sempurna.
Orang Pintar bisa gagal.
Orang Hebat bisa jatuh..!
Tetapi.
�� Orang yang Rendah Hati dalam segala Hal akan selalu mendapat       KEBAHAGIAAN...������
DIBALIK KETIDAKTAHUAN
⛵Nabi NUH belum tahu Banjir akan datang ketika ia membuat Kapal dan ditertawai Kaumnya.
�� Nabi IBRAHIM belum tahu akan tersedia Domba ketika Pisau nyaris memenggal Buah hatinya.
��Nabi MUSA belum tahu Laut terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.
��Yang Mereka Tahu adalah bahwa Mereka harus Patuh pada Perintah ALLOH dan tanpa berhenti Berharap
yang Terbaik...
��Ternyata dibalik KETIDAKTAHUAN kita, ALLOH telah menyiapkan Kejutan !
��SERINGKALI Alloh Berkehendak didetik-detik terakhir dalam pengharapan dan ketaatan hamba2NYA.
��Jangan kita berkecil hati saat spertinya belum ada jawaban doa...
Karena kadang Alloh mencintai kita dengan cara-cara yang kita tidak duga dan kita tidak suka...
��Alloh memberikan apa yg kita butuhkan, bukan apa yg kita Inginkan...!!!
��Lakukan bagianmu saja, dan biarkan
Alloh akan mengerjakan bagianNYA...
Tetaplah Percaya.
Tetaplah Berdoa.
Tetaplah Setia.
Tetaplah meraih RidhoNYA Aamiin ...
Tetap semangat meski dlm kesederhanaan ��
Salam Bahagia dan selalu tersenyum ..�� Untuk direnungkan...
��Nonton Pertandingan bisa 90 menit
��Nonton serial Film lebih dari 60 menit
�� Nonton Movie hampir 120 menit
��Tunaikan Shalat hanya 5 menit saja
��Di dalam api neraka jahannam sepanjang hayat
�� Untuk Akal yang maju !!
�� Renungkan!
�� Di Whatsapp 300 Kawan
�� Di blackberry cukup 200 kawan
☎ Di contacts phone 400 Kawan
�� di Kampung 50 Kawan
�� Dalam Keadaan susah hanya ada 1 kawan.
�� Dalam Jenazah mu, Hanya keluargamu saja yang mengurusi.
�� Dalam Kubur hanya kau sendirian.
Jangan anggap Aneh kenyataan ini.. ��
Sebab memang seperti ini lah kenyataan Hidup..
�� Pada Hakikat nya :
"Tidak ada yang dapat memberikan kemanfaatan bagi mu kecuali Shalat mu"
��Duduk setelah salam dari shalat yang telah di wajibkan adalah waktu yang paling mulia sebab Pada waktu itu Turun Rahmat Allah Azza wajalla.
��Jangan tergesa-gesa berdiri, Bacalah Istigfar, bertasbih lah, Baca ayat Al Qur'an dan jangan Lupa bahwa sesungguhnya engkau berada dalam jamuan dzat yang maha Rahman Azza wa jalla.
فإذا فرغت فانصب والى ربك فارغب
�� Apabila kamu telah selesai sholat, kerjakanlah pekerjaan lainnya dengan bersungguh-sungguh dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
��LANGKAH MENUJU SYURGA��
Langkah ini membuat aku kagum hingga aku pilih untuk aku bagikan kepada orang yang aku cintai.
�� Ada Lima perkara, kita semua pasti inginkan serta berusaha untuk mendapatkan nya.
1. Wajah yang menarik
2. duit yg byk
3. sehat dan kuat
4. anak-anak yang patuh  dan sukses
5. Tidur nyenyak tanpa Obat penenang
�� Hal itu Mudah kita peroleh.. hanya butuh waktu 15 menit saja.
Bagaimana caranya... ��
قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم
من ترك صلاة الفجر فليس في وجهه نور
✔ 1. Nabi bersabda : Barangsiapa yang tinggalkan shalat Subuh maka wajah nya tak akan ada cahaya
ومن ترك صلاة الظهر فليس في رزقه برگة
✔ 2. Barangsiapa yang Tinggalkan shalat Dzuhur niscaya Tak ada keberkahan dalam rezeki nya.
ومن ترك صلاة العصر فليس في جسمه قوة
✔ 3. Barangsiapa yang tinggalkan shalat asar niscaya tak ada kekuatan dalam jasad nya.
ومن ترك صلاة المغرب فليس في أولاده ثمرة
✔ 4. Barangsiapa yang tinggalkan shalat Magrib niscaya tak ada buah hasil yang boleh di petik dari anak-anak nya.
ومن ترك صلاة العشاء فليس في نومه راحة’’’’
✔ 5. Barangsiapa yang tinggalkan shalat Isya' tak ada kenyamanan dalam tidur nya.
�� Tahu kenapa Kalimat La ilaha Illallaah tidak sampai menggerakkan bibir jika di ucapkan
�� Sebab ini adalah Rahmat dari Allaah kpd kita supaya jika maut menghampiri dengan mudah ia menyebutkan kalimat itu.
�� Mudah-mudahan tangan yang mengirim dan menyebarkan ini kelak tidak sulit untuk melafadzkan [disingkat oleh WhatsApp]

Read more

0 Salafi, Syiah, Liberal & Santri

MEMETAKAN SAJA.
@fahmiamhar

Jangan suka menggeneralisir manusia
apalagi bila setelah itu mengklasifikasi mereka,
lalu mencantumkan attribut tertentu sesuai kelasnya.

Misalnya kau katakan, si A itu salafi, pasti Saudi fans-boy.
atau si B itu syi'ah, kalau lagi benar, itu pasti sedang taqiyyah.
atau si C itu liberal, pasti dia hamba penjajah dan pemodal.

Bisa saja generalisasimu diawali asumsi yang keliru,
akibatnya klafisifikasimu terburu-buru,
sehingga atribut yang kau sematkan menjadi hantu,
dan diskusi atau upaya klarifikasi, hanya menemui jalan buntu.

Ketahuilah, salafi itu orang-orang yang ingin mengikuti generasi awal,
yang mencintai Qur'an, Sunnah, Ijma Shahabat dan Ulama-ulama besar.
Memurnikan tauhid, menerapkan syari'at, dan berjihad dengan tegar.
Namun setidaknya kujumpai tiga macam salafi.
Walaupun batas-batas mereka baur dan kadang tak bertepi.

Salafi pertama benar-benar serius memurnikan tauhid.
Maka sistem kehidupanpun harus memiliki fondasi Islam yang rigid.
Sistem demokrasi atau kapitalisme liberal itu kefasikan yang rumit.
Bahkan kalau diyakini melebihi syara', itu syirik yang amit-amit.

Salafi kedua percaya bahwa Saudi adalah pemuka negara tauhid.
Negara Islam terbaik di dunia, penyebar sunnah kelas wahid.
Maka mengkritik Saudi dianggap membenci sunnah dan tauhid.
Pengkritik itu dituduh pecinta bid'ah atau penyuka syi'ah yang genit.

Salafi ketiga percaya bahwa Islam itu wajib diterapkan, tak cukup di mulut.
Penguasa Islam yang tidak menjalankan syari'at, itu pasti thoghut.
Menyingkirkan mereka wajib dengan kekerasan, bukan dengan kentut.
Maka muncul gerakan jihadis dengan aksi-aksi terorisme yang bikin takut.

Masing-masing salafi itu bisa menganggap sesat salafi yang lainnya.
Apalagi yang di luarnya, maka jangan sedih, jika kau dianggap sesat juga.

Sekarang tentang syi'ah, mereka awalnya terdzalimi di awal Bani Umayyah.
Lalu soal politik ini mereka bawa ke ranah ushul fiqih dan sumber syariah.
Bahwa siapapun yang tidak di pihak Ali saat perang melawan Muawiyah,
maka hadits Nabi yang melalui jalur periwayatannya dianggap tidak sah.
Namun kemudian syi'ah dicampuri aneka bid'ah dan mitos-mitos Persia.
Muncul teori imam maksum hingga Ali itu titisan Allah ke dunia.
Ikhtilaf tanpa dalil ini melahirkan sekte Syiah yang ratusan jumlahnya.
Namun agar sederhana dapat kukelompokkan dalam tiga saja.

Syi'ah pertama itu jelas kekafirannya.
Ada dari mereka yang meyakini Ali itu titisan Allah ke dunia.
Atau bahwa seluruh Sahabat itu telah murtad kecuali beberapa.
Karena itu Qur'an sudah tiada, yang sekarang ini tidak dipercaya,
lalu para Imam mereka menulis syariat baru yang mengada-ada,
seperti fadhilah taqiyyah, mut'ah atau menghapus ibadah Jum'at dan puasa.

Syi'ah kedua itu masih muslim, meski jelas ada sesatnya.
Misalnya mereka menuduh Umar itu biang kerok keterpurukan dunia.
Atau Abu Bakar itu telah berkhianat kepada Rasul dan sahabatnya,
setelah Hadits Ghadir Khum mereka lebih-lebihkan maknanya.
Namun mereka masih memakai Qur'an seperti yang kita baca.
Mereka juga masih sholat, puasa dan berhaji ke lokasi yang sama.

Adapun syi'ah ketiga itu hampir-hampir mirip dengan sunni saja.
Mereka menolak hadits dari beberapa shahabat, namun tidak mencacinya.
Menurutnya, Ali lebih berhak, namun Abu Bakar bukanlah pemerdaya,
Mereka tidak bertaqiyyah, dan mut'ah itu aib meski tidak diharamkannya.
Di antara mereka ada ulama-ulama besar guru Imam Madzhab dunia,
Dari Imam Ja'far, Zaid, hingga AsSyaukani yang kitabnya rujukan kita.

Kemudian tentang orang-orang liberal, mereka ini juga tidak satu rupa.
Kita akan mengenalnya setelah berinteraksi beberapa lama.

Dari mereka memang ada orang-orang sekuler yang muslim orang tuanya.
Tapi ingin agar syari'ah itu dibakar saja, lalu liberalisme penggantinya.
Di antara mereka ada yang memang dibayar oleh tuannya si Mamarika.
Namun ada juga yang memang meyakini jalan yang kini ditempuhnya.

Lalu ada para alumni pesantren yang mungkin amat jumud dulunya,
Yang semula menganggap setiap yang dari Barat itu berbahaya,
termasuk teknologi, nilai dan norma, ataupun tata cara kerja.
Maka Islam liberal seolah-olah mengobati rasa hausnya akan agama
Agama yang bukan sekedar sabar, tawakkal dan doa,
tetapi agama yang membawa modernitas dan mengatur dunia nyata.

Namun di antara mereka ada orang-orang hanif yang mencari asa,
Mereka jenuh dengan deru kehidupan urban yang gersang makna,
Dan pengajian-pengajian liberal ini memberi mereka alternatif loka,
Pengajian yang tidak menggurui, tetapi menantang logika.
Karena itu, jika ada pengajian non liberal yang pakai dalil dan logika,
Mudah untuk mengajak orang-orang hanif ini kembali bersama kita.

Saudaraku, kita memetakan ini bukan untuk mengkotak-kotakkan umat.
Kita memetakan ini hanya agar kita bisa berkomunikasi dengan cermat,
Optimal sumberdaya, hemat waktu, biaya dan juga tempat.
Agar yang kita sampaikan itu tidak cuma akurat sesuai syari'at,
Tetapi juga berkesan, mengena dan bermanfaat,
untuk dunia dan akherat.

Wallahu a'lam bis shawab.

Read more

Delete this element to display blogger navbar

 
Powered by Blogger